Membangun Perekonomian Umat Melalui Pasar Syar’i

Pada zaman Rasulullah ﷺ pasca hijrah ke Madinah mendirikan pasar setelah mendirikan masjid. Pendirian pasar yang dinamakan dengan pasar anshar adalah memenuhi syariat Islam dalam bidang muámalah yang terbebas dari praktek riba, pedagang yang terkena riba, praktek zhalim, praktek curang, spekulasi dan berbagai hal yang haram.

Konsep pasar menurut Nabi ﷺ yaitu tidak boleh dimiliki secara pribadi, tidak boleh disekat-sekat secara permanen, tidak boleh ditarik sewa harus terbuka untuk umum, tidak boleh dipajaki dan tidak boleh ada riba. Pasar kaum Muslimin tidak dipersempit: kaya miskin, besar kecil haknya sama. Tidak dibebani dengan berbagi pungutan: tidak ada beban pajak ataupun pungutan-pungutan lain yang memberatkan para pedagang.

Adanya pengawas pasar (Muhtasib) atau lembaganya disebut Al-Hisbah: menjaga agar syariat jual beli ditaati oleh seluruh pelaku pasar sehingga keteraturan dan keadilan terjadi di pasar
Mendapat akses langsung dengan pebisnis syariah di indonesia dan dunia. Memudahkan untuk memperkenalkan usaha  mendapatkan dukungan edukasi untuk meningkatkan daya saing usaha, Jaringan usaha, Kualitas dan kreativitas, mengikuti perkembangan teknologi, Akses pembiayaan,, Ilmu muamalah.

BAZAAR

TRADEFAIR

CONFERENCE

UMMAR: Membangun Pasar Syar’i Berbasis Aplikasi

Daftarkan diri Anda di UMMAR

Untuk terhubung dengan berbagai usaha syar’i yang berlokasi disekitar Anda

Dapatkan juga berbagai penawaran khusus di UMMAR

Dan berita terbaru seputar pedagang dan pasar umat dalam UMMAR

Segera daftarkan juga usaha Anda di UMMAR

Dengan terlebih dahulu mengenali syarat berdagang di UMMAR sesuai ketentuan fiqih muamalah

Mari bersama membangun ekonomi umat di UMMAR

Hubungi Kami

Nama

Email

Perihal

Pesan